Fort Marlborough, Bengkulu (Foto: Dokumentasi Pribadi)
Menjelajah Bumi

3 Hari di Bengkulu Bisa ke Mana Saja?

Kota Bengkulu adalah ibukota dari Provinsi Bengkulu di Indonesia. Berbatasan dengan Samudera Hindia, kota ini terletak di Barat Pulau Sumatera. Perjalanan kami ke Bengkulu kali ini bertujuan untuk silaturahim dengan para sepupu. Bertahun-tahun tak berjumpa dengan mereka, rindu rasanya mengingat masa-masa kecil kami dulu bersama.

Perjalanan ke kota Bengkulu dari Jakarta menggunakan transportasi udara alias pesawat ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam 10 menit. Namun jika melalui jalur darat, maka setidaknya 17 jam nonstop harus disiapkan. Karena selain melalui beberapa jalur lintas provinsi, teman-teman juga harus menyeberangi Selat Malaka menggunakan kapal Ferry dari Pelabuhan Merak, Banten, menuju Bakauheni di Lampung. Seru ya kelihatannya? Hanya memang perjalanan ini berlaku bagi yang memiliki waktu ekstra untuk menempuhnya.

Kota Bengkulu (Foto: Dokumentasi Pribadi)
Kota Bengkulu (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Kota Bengkulu sendiri terbilang tak terlalu luas. Jika dibandingkan, maka luas kota ini (151,70 km2) tak sampai seperempatnya kota Jakarta (661,5 km2) (Sumber: Wikipedia). Meski begitu, banyak tempat-tempat menarik di kota ini yang tetap menarik untuk dikunjungi.

Kami mendarat di Bandara Fatmawati Soekarno, kota Bengkulu sekitar pukul 12 siang. Nama bandara ini sendiri ternyata diambil dari nama ibu negara pertama Indonesia yang memang berasal dari Bengkulu.

Tujuan pertama petualangan kami setelah tiba adalah menikmati kuliner khas daerah. Pilihan pun lalu jatuh pada Rumah Makan khas Bengkulu yang berlokasi tepat di sebelah rumah peninggalan Ibu Fatmawati Soekarno.

Aneka Masakan Lezat di Rumah Makan Khas Bengkulu

Bengkulu memiliki banyak masakan yang lezat dan nikmat. Terutama masakan olahan dari hasil lautnya. Ikan, udang, dan kepiting segar begitu mudah didapat di sini.

Ilustrasi makanan laut segar (Foto: PublicDomainPictures - pixabay)
Ilustrasi makanan laut segar (Foto: PublicDomainPictures – pixabay)

Di Rumah Makan khas Bengkulu, kami sukses menikmati aneka hidangan seperti Gulai Ikan Asap, daging balado, dan tumisan sayur yang ikut menambah selera makan. Untuk harga masakan di sana menurut saya cukup terbilang wajar. Satu orang kurang lebih menghabiskan bujet sekitar Rp50.000.

Selain beragam hidangan di rumah makan ini, Bengkulu memiliki banyak masakan lain yang dengan ciri khasnya sendiri. Contohnya adalah Pendap, yaitu ikan yang dibungkus daun talas dan parutan kelapa. Selain itu ada juga masakan dengan olahan daging durian seperti tempoyak ikan patin dan lempok durian yang juga layak dicicip.

Selepas cukup mengisi perut dengan beragam masakan khas kota, perjalanan kami pun dilanjutkan menuju Fort Marlborough, sebuah tempat bersejarah di kota ini.

Fort Marlborough

Fort Marlborough (Foto: Dokumentasi Pribadi)
Meriam-Meriam di Fort Marlborough (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Fort Marlborough adalah sebuah benteng peninggalan EIC (East India Company) sebuah perusahaan dagang asal Inggris pada tahun 1714-1719. Digunakan sebagai basis pertahanan untuk melindungi diri dari VOC, nama Marlborough itu sendiri ternyata diambil dari salah satu Jenderal mereka yang terkenal. (Sumber: Wikipedia)

Kondisi benteng ini ternyata bisa dibilang sangat baik. Tentunya benteng ini sendiri telah melalui beberapa kali restorasi atau rehabilitasi. Dari pintu masuk, pengunjung akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp3.000 saja per orang. Setelah melewati area tiket, kami pun segera dipertemukan dengan sebuah jembatan besar dari susunan kayu yang mengantarkan kami menuju pintu utama masuk ke dalam benteng.

Fort Marlborough bagian dalam (Foto: Dokumentasi Pribadi)
Fort Marlborough bagian dalam (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Pada bagian depan benteng, terdapat beberapa ruang pamer yang berisi benda-benda peninggalan masa lalu. Di antaranya ada butiran-butiran peluru meriam hingga beberapa imaji kondisi benteng pada masa dulu. Terus berjalan masuk ke dalam, maka tampak lapangan luas yang membentang dengan jejeran meriam di bagian tengah. Di sisi kanan kiri terdapat bangunan-bangunan berupa penjara dan juga tempat penyimpanan rempah-rempah dari daerah sekitarnya. Ternyata dulu Bengkulu adalah penghasil lada terbesar di pulau Sumatera.

Saat menyusuri bagian dalam benteng, sempat terbayang bagaimana kelam dan pedihnya suasana masa lalu bagi para tawanan perang Inggris yang harus berada dibalik jeruji. Di antaranya tentu banyak juga para nenek moyang pejuang bangsa kita. Betapa mereka harus banyak berkorban saat daerahnya dieksploitasi besar-besaran.

Naik ke atas benteng (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Kami pun lanjut ke sisi benteng yang mengarah ke luar. Jalan naik ke atas benteng harus dilalui agar kami dapat menuju ketinggian bangunan. Dari tepi Fort Marlborough tampak lautan luas terhampar di depan mata. Dari sanalah kapal-kapal Inggris akan berlabuh sebelum kemudian mendarat di wilayah Bengkulu.

Pemandangannya begitu menakjubkan menurut saya. Awan yang bertumpuk dan bertemu dengan tepi Samudera Hindia terlihat begitu eksotis. Terlebih lagi saat itu cuaca begitu cerah. Membuat pesisir pantai terlihat begitu mempesona.

Fort Marlborough 2 (Foto: Dokumentasi Pribadi)
Fort Marlborough 2 (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Pantai-Pantai di Pesisir Bengkulu

Pada hari kedua, kami memutuskan untuk berwisata pantai di Bengkulu. Sebagai kota yang terletak di pesisir Pulau Sumatera, wisata pantai di kota Bengkulu tentu masuk ke dalam daftar yang sudah kami rencanakan. Awalnya kami berencana untuk mencari tempat bermain di sepanjang Pantai Panjang yang membentang di pinggir kota Bengkulu. Sebagai informasi, semua pantai Bengkulu langsung berhadapan dengan Samudera Hindia, maka ombak dan konturnya tidak bisa dianggap enteng ya. Teman-teman perlu ekstra hati-hati saat akan bermain di pantai-pantai ini.

Akhirnya, setelah berdiskusi dengan salah seorang sepupu, maka kami pun diarahkan ke tempat wisata pantai terpadu yang bernama MD Land. Kawasan ini terletak di dekat dengan Pantai Zakat yang berada di sekitar Utara kota Bengkulu.

Bermain ATV di MD Land (Foto: Dokumentasi Pribadi)
Bermain ATV di MD Land (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Di MD Land, pengunjung bisa menikmati pantai yang cenderung lebih tenang dengan berbagai arena bermain seperti Banana Boat, Jet Ski, hingga ATV. Berhubung tempat ini sudah dikelola secara profesional, maka ada biaya masuk yang akan dikenakan per orang sekitar Rp20.000. Pengunjung kemudian akan diberikan tiket masuk beserta kupon yang dapat ditukarkan dengan minuman di area kafe yang ada di MD Land.

Di sini, pengunjung dewasa hingga anak-anak bisa bermain puas mengeksplorasi wilayah MD Land beserta fasilitasnya. Entah hanya sekadar duduk-duduk di area kafe, bermain pasir dan air di tepi laut, atau mencoba permainan air seperti banana boat yang seru. Kapal nelayan yang bersandar di pantai juga ikut memeriahkan suasana di sana. Di dekatnya, tampak juga beberapa wahana bermain seperti arena seluncur besar dan beragam permainan anak.

Sunset di pantai Bengkulu (Foto: Dokumentasi Pribadi)
Sunset di pantai Bengkulu (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Oh iya, jika teman-teman menghabiskan waktu seharian di sini, maka ingat juga untuk menikmati cantiknya sunset atau tenggelamnya matahari pertanda bergantinya siang ke malam.

Taman Hutan Raya (Tahura) Rajo Lelo

Selain wisata pantai, di pinggir Utara kota Bengkulu teman-teman juga bisa menemukan sebuah wilayah Taman Hutan Raya yang bernama Rajo Lelo. Keanekaragaman hayati Bengkulu bisa ditemukan di hutan ini. Selain itu, di kawasan ini juga terdapat lokasi camping (berkemah) yang sering digunakan oleh para mahasiswa dan masyarakat yang ingin merasakan sensasi menginap di tengah hutan alami. Hari terakhir di kota ini pun kami habiskan untuk menjelajahi wilayah di sekitar Tahura.

Menyusuri kebun kelapa sawit di Bengkulu (Foto: Dokumentasi Pribadi)
Menyusuri kebun kelapa sawit di Bengkulu (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Berbatasan dengan wilayah Tahura, terdapat jejeran kebun kelapa sawit yang dikelola oleh berbagai kalangan, mulai dari perusahaan hingga masyarakat pribadi. Karena ternyata, Bengkulu masuk sebagai salah satu provinsi penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia.

Taman Wisata Alam Lain di Bengkulu

Sayang waktu kunjungan kami ke kota Bengkulu terbilang singkat. Jika dieksplorasi lebih lanjut, di sekitar kota Bengkulu masih banyak terdapat kawasan wisata, pantai, bahkan danau yang bisa dikunjungi. Tempat seperti Danau Dendam Tak Sudah, Taman Wisata Pulau Kumayan, Taman Wisata Mangrove Bhadrika, dan lainnya sangat menarik untuk dilihat. Tak lupa Pulau Tikus, yakni sebuah pulau kecil di seberang kota Bengkulu yang biasa didatangi wisatawan untuk snorkeling dan bermain air.

Semoga jika ada kesempatan untuk kembali ke Bengkulu, kita semua bisa berkeliling untuk menjelajahi tempat-tempat ini ya.

Baca Juga: Wisata 1 Hari di Malang Bisa ke Mana Saja

12 thoughts on “3 Hari di Bengkulu Bisa ke Mana Saja?

  1. Harusnya semingguan ya mbaa di Bengkuli biar lebih puas ekplor wisata dan kuliner di sana…
    Aku sendiri juga belum pernah bertandang ke bengkulu dan sebagai kota tepi pantai memang wajib banget makan seafood yaa karena pasti segar ikan nya…
    Aku takjub sama bentengnya mba…luas bangettttt dan jga murah banget biaya masuknya..suka deh kalo lihat tempat bersejarah yang masih dikelola dengan baik seperti ini karena bisa jadi bukti sejarah dan sarana belajar juga buat anak cucu kita bahwa negara kita pernah mengalami masa2 kelam..

  2. Suamiku saat lajang pernah tinggal dan bekerja di Bengkulu selama 5 tahun. Ini yang mendasari kami roadtrip Sumatera dari Jakarta dengan itineraray termasuk ke Bengkulu. Selama 4 hari di sini, meski yang efektif hanya 2 hari karena Paksu demam tinggi sampai saya bawa ke RSUD, jadi kami 2 hari istirahat di hotel saja. Ambyar rencana, semoga lain waktu bisa ke Bengkulu lagi

  3. saya jarang berselancar ke kota ini, bisa jadi rekomendasi kalau nanti berkunjung ke Bengkulu, yang pasti yang saya tahu makanannya enak-enak kalau ke sana, wajib cobain dan masuk whislist saya kalau ke Bengkulu, izin save mba buat rekomendasi kalau nanti ke sana

  4. Bisa dicoba nih referensi ju ini kalau lagi ke bengkulu sama keluarga. Belum pernah jalan jalan ke luar pulau sana keluarga, sepertinya seru

  5. Saya sudah nyobain tempoyak ikan patin dan lempok durian, kalau pengdap belum pernah, jadi pengen nyobain. Penasaran rasanya seperti apa? ikan dibungkus daun talas plus kelapa kebayang gurihnya

  6. kalau mengunjungi sebuah tempat baru itu kayaknya minimal 3 hari ya biar bisa eksplor banyak tempat. apalagi kayak di Sumatera yang juga memiliki banyak destinasi wisata

  7. Ternyata Bengkulu menarik ya mba. Aku punya temen dari Bengkulu, semoga aja suatu saat bisa berkunjung ke sana.

  8. aku belum menginjakkan kaki di Pulau Sumatera, pastinya penasaran banget sama khas tiap kota masing-masing disana. Seperti Bengkulu misalnya, aku baru denger ada kuliner bernama Pendap, auto bikin penasaran pastinya
    wisata sejarahnya juga menarik buat ditelusuri secara langsung ya, dan ternyata jarak dari Jakarta ke Bengkulu kalau via darat lumayan lama juga ya

  9. Lumayan juga ya mbak kalau pake jalur darat untuk bisa sampai ke Bengkulu, bisa 17 Jam! Mungkin kalau aku harus diselingi dengan menginap di penginapan kali ya biar ga lelah. Aku belum pernah jalan ke kota-kota di Pulau Sumatera. jadi pengen kan merasakan liburan ke Bengkulu juga. Kalau dari Sby kayaknya harus ke Jakarta dulu deh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *