Menyelam di Kedalam Laut yang Cantik
Menjelajah Bumi

3 Olahraga Ekstrem Seru untuk Dicoba Sebelum Usia 30

Kebanyakan orang di usia 20-an biasanya memiliki mental dan nyali yang cukup besar untuk mencoba beberapa olahraga ekstrem. Adrenaline Junkie sebutannya, yaitu kesukaan terhadap hal-hal yang memicu aliran hormon adrenalin di dalam tubuh. Mulai dari Diving, Bungee Jumping, hingga Sky Diving tentu rasanya sayang untuk dilewatkan para muda mudi berumur 20-an. Mungkin karena biasanya pada usia tersebut hasrat berpetualang sedang tinggi-tingginya ya? Penasaran apa saja kegiatannya? Simak 3 olahraga ekstrem yang seru dicoba sebelum usia 30 tahun.

Bungee Jumping

Olahraga ekstrem yang satu ini termasuk sangat menantang. Walau belum tahara pasti apakah bungee jumping masuk dalam kategori olahraga atau tidak, yang jelas kegiatan satu ini selalu sukses membuat jantung ingin loncat keluar. Bayangkan, terjun bebas dari ketinggian dengan kaki terikat di tali. Uwow, jantung memang benar-benar mau lepas rasanya.

Bungee Jumping - Aktivitas Ekstrem yang Seru untuk Anak Muda
Bungee Jumping – Aktivitas Ekstrem yang Bisa Membuat Jantung Berdegup Kencang. (Photo: Didi_Lachieva Getty Images)

Bungee Jumping umumnya diadakan di daerah dengan banyak tebing, jembatan tinggi, ataupun memang fasilitas rekreasi tertentu. Di Indonesia, kota-kota wisata seperti Bali tentu banyak menghadirkan rekreasi seperti ini untuk menarik para wisatawan.

Mencoba bungee jumping tentu membutuhkan keberanian yang cukup besar ya hehehe. Dan jelas, calon peloncat tidak boleh memiliki riwayat penyakit risiko tinggi seperti sakit jantung untuk dapat menjajalnya, begitu juga dengan phobia akan ketinggian. Menaiki tangga atau menuju ketinggian tertentu, penyedia sarana olahraga ini harus memiliki izin dan sertifikasi khusus. Safety alias keamanan adalah faktor utama untuk diperhatikan. Umumnya, akan ada beberapa verifikasi kesehatan sebelum calon peloncat melakukan bungee jumping, contohnya pengukuran berat badan, pengecekan riwayat kesehatan, dan lainnya.

Si peloncat lalu akan mulai disiapkan untuk mengenakan tali pengikat ke kedua kaki. Tali untuk bungee jumping umumnya sangat elastis, sehingga peloncat akan nampak terpental-pental beberapa kali setelah meloncat dari ketinggian.

Diving

Menyelam di Kedalam Laut yang Cantik
Cantiknya Bawah Laut bagi Para Diver. (Photo: JovanaMilanko – Getty Images Pro)

Siapa sangka diving termasuk dalam salah satu kategori olahraga ekstrem? Kegiatan yang satu ini nyatanya diminati banyak orang ya. Selain karena godaan cantiknya pemandangan bawah laut, tempat wisata yang menawarkan fasilitas diving semakin marak di mana-mana.

Namun jangan salah, diving alias menyelam ternyata berisiko tinggi loh. Beberapa prosedur keamanan dan pelatihan harus diambil dan diikuti dengan serius oleh calon penyelam sebelum diving. Perubahan tekanan air seiring dengan bertambahnya kedalaman air laut dan dampaknya terhadap tubuh menjadi salah satu sebab diving menjadi olahraga yang cukup rawan. Seseorang yang baru saja melakukan penyelaman dengan kedalaman tertentu misalnya, tidak diperbolehkan untuk langsung terbang dengan pesawat. Hal ini karena bahaya yang tinggi mengintai, seperti pendarahan dalam telinga yang mungkin terjadi setelah diving.

Dengan sederet aturan dan tata cara melakukannya, Diving termasuk dalam olahraga yang tersertifikasi. Organisasi seperti PADI (Professional Association of Diving Instructors) menyediakan pelatihan profesional bagi para instruktur diving maupun untuk keperluan rekreasional.

Snowboarding

Siapa yang tak tertarik memandangi putihnya salju. Selain ski, snowboarding ternyata menjadi salah satu olahraga yang populer di daerah dataran super tinggi. Snowboarding adalah olahraga ekstrem seru yang menggunakan sebuah papan lebar untuk berseluncur di atas salju. Mirip dengan skateboard, snowboard biasanya berbentuk lebih panjang dan lebar.

Snowboarding yang Menantang
Snowboarding (Photo: Jolanka Kostecka – Getty Images Pro)

Namun untuk penggunaannya jauh berbeda dengan skateboard yang bisa dinaiki secara bebas, dipijak, dilompati, bahkan kadang dilempar. Khusus snowboarding, kaki para snowboarder akan dibungkus dengan sepatu boots khusus yang kaku dan keras lalu dikunci ke atas snowboard. Tujuannya adalah agar penggunanya selalu terikat pada papan.

Snowboarder biasanya akan pergi ke suatu tempat atau ketinggian menggunakan kendaraan atau kereta gantung khusus yang disediakan oleh resor atau penyedia sarana olahraga ini. Setelah sampai di puncak, maka para snowboarder pun bisa mulai meluncur dengan bebas di atas hamparan perbukitan atau pegunungan salju yang dingin, luas, tetapi juga indah.

Walau begitu, nyatanya snowboarding tidak semudah yang dibayangkan ya. Sulitnya menyeimbangkan tubuh di atas licinnya salju dengan kaki yang senantiasa terikat pada papan akan menjadi tantangan tersendiri. Hanya jika teman-teman sudah terbiasa menggunakan skateboard, bermain snowboard umumnya akan terasa lebih mudah karena kemiripan cara navigasinya. Kelenturan pinggang dan koordinasi kedua kaki penting untuk dilatih sebelum bermain snowboard.

Olahraga Ekstrem Seru Mana yang Paling Menarik?

Dari ketiga aktivitas di atas, teman-teman tertarik dengan yang mana nih? Atau mungkin ada referensi olahraga ekstrem lain yang harus dicoba sebelum usia 30? Berbagi yuk di bawah.

Baca Juga: Berpetualang di Hutan Pinus Kopeng, Semarang

46 thoughts on “3 Olahraga Ekstrem Seru untuk Dicoba Sebelum Usia 30

  1. Snowboarder itu sepertinya cukup menarik juga ya kak, namun kayaknya kita yang terbiasa dengan iklim Indonesia harus bisa beradaptasi lagi dengan hawa dinginnya sebelum berselancar diatas salju

  2. Wah pada pada menarik, tapi seperti orang awam seperti saya yang belum pernah, ketakutan sekali karena ekstrim bener, tapi menarik sekali skillnya

  3. Pengen coba bungee jumping tapi masih ngerasa degdegan setiap kali lihat video hahaha 😀 kalo di laut masih coba snorkeling-an ajaa.. sih. Thanks ka sudah sharing

  4. sepertinya diving jadi yang paling menarik buat saya. kalo lompat diiket tali itu ya Alloooooh, saya takut ketinggian sekarang mah.. padahal dulu waktu kecil suka lompat dari pohon belasan meter ke sungai..

    1. Wah, padahal dulu sudah pernah praktek langsung bungee jumping di alam bebas ya mas, hehehe. Jangan-jangan permainan bungee jumping justru terinspirasi dari permainan anak-anak ya?

    1. Hi3 sebelas dua belas sama saya Mbak.. Oiya tapi snorkeling ada yang bisa dilakukan di pinggir pantai aja loh Mbak, gak perlu berenang sampai ke tengah laut..

  5. Ketiga olahraga ini seru semua sepertinya untuk dicoba tapi kalau sekarang mikir berkali-kali. Bener-bener menantang adrenalin.

  6. Duh seru banget ini ya, aku pengen banget diving biar bisa liat keindahan di dalam laut, snowboarding juga seru tuh kalo bungee jumping rasanya ga sanggup karena takut hahaha

  7. Wah ketiganya ternyata bukan olahraga sembarangan yaa..
    Paling engga yang sudah ada basic badannya bagus dan memiliki keseimbangan dan reflek saat melakukan aktivitas yang terbilang ekstrem.
    Aku kok jiper banget ngliatnya.. Padahal penasaran sama bungee jumping sih.. Cuma berasa nyawanya duluan yang sampe bawah pas lompat yaah.. Huhuu~

  8. Yang udah lewat 30 barangkali masih bisa ikutan jadi penyemangat n pengambil gambarnya aja ya. Hehe. ;P

  9. Diving dan snowboarding okelah saya masih berani. Kalo bungee jumping white flag deh. Wkwk.. Dari pada jantung copot ketinggalan pas loncat. Btw saya udah 30+ masih cucok lah yaa buat belajar diving sama snowboarding. Haha..

  10. Wah nggak bisa nih nyoba olahraga menantangnya karena dah lewat 30. Tapi yang paling pingin dinikmati adalah berselancar di salju. Seru kali ya.

  11. Pernah melihat salah satu variety Show Korea yang menunjukkan diving itu gak sembarangan orang bisa melakukan. Bener nih.. Kalau mau beneran menekuni diving, kudu ambil pelatihan profesional . Jadi inget kalau Aa Eril juga punya sertifikat Diving.

  12. Wahh emang ya, sebelum usia 30 kita harus mencoba hal hal ekstrim, termasuk 3 olahraga ini
    Kalau aku, paling pengen sih nyoba diving

  13. Hihihi ekstrem banget. Gak punya nyali. Main kora-kora aja rasanya udah lemes. Wkwkwk. DIving mungkin masih OK. Tapi itu kudu ikut training sekian lama gak bisa sembarangan. Tau ini soalnya punya temen yang pelatih diving. Kalo snorkeling aja sih aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *